Black and White Tumblr Themes
home ask me archive Themes twitter facebook diary online :D
→ Adakah kaitannya sulit bangun tidur, cahaya matahari, dan arsitektur? Yap, ada.

Jakarta - Bagi sebagian orang, bangun tidur di pagi hari merupakan hal yang sulit. Apakah Anda termasuk salah satunya? Jika ya, mungkin saja karena Anda jarang terkena sinar matahari.

Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, banyak orang dewasa ang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Mereka juga jarang terkena sinar alami dari matahari terutama di pagi hari.

Hal itu membuat jam biologis tubuh terganggu dan akhirnya memicu perasaan belum ngantuk ketika malam tiba, kebiasaan menunda tidur yang akhirnya membuat rasa lelah dan malas bangun keesokan harinya. Gejala ini umumnya terjadi pada remaja sehingga peneliti menyebutnya sebagai ‘teenage night owl syndrome’.

“Kurang kena sinar matahari akan membuat seseorang tidur lebih larut, tidak cukup tidur dan akhirnya merasa malas,” ujar Dr Mariana Figueiro dari the Rensselaer Polytechnic Institute’s Lighting Research Centre, New York seperti dilansir dari detikhealth.

Figueiro juga menyebutkan, kurang sinar matahari akan membuat performa seseorang menurun. Ia dan rekannya pernah melakukan tes terhadap dua jenis kelompok remaja, yaitu kelompok yang sering kena sinar matahari dan kelompok yang jarang kena matahari.

Hasilnya menunjukkan remaja yang lebih banyak kena sinar matahari menghasilkan skor tes yang lebih baik ketimbang remaja yang jarang kena sinar matahari. “Sinar matahari di pagi hari sangat penting untuk kebutuhan jam biologis seseorang, terutama remaja,” kata Figueiro.

Cahaya matahari akan membantu tubuh melepaskan hormon melatonin, yaitu hormon yang membuat tidur. Kekurangan cahaya, berarti hormon melatonin tidak akan terlepas dari tubuh yang membuat orang jadi ingin tidur terus. Artinya ketika waktunya bangun pagi tubuh seperti dipaksa untuk bangun yang membuat tubuh terasa capek dan berat untuk beraktivitas.

Cahaya biru dengan panjang gelombang pendek adalah cahaya yang paling bagus untuk melepaskan hormon melatonin. Jenis cahaya tersebut umumnya berasal dari cahaya matahari di pagi hari.

“Jika seseorang melewatkan cahaya itu di pagi hari maka hormon melatonin akan terlambat dilepaskan dan akhirnya waktu tidur juga akan mengalami kemunduran,” jelas Figueiro.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal Neuroendocrinology Letters ini menyarankan pentingnya terkena sinar matahari di pagi hari. Peneliti juga menyarankan agar desain bangunan dirancang sedemikian rupa agar sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan meski seseorang berada di dalam ruangan.

NAH! Aku kayanya begini, kerjaannya cuman kamar-sekolah tiap hari -___-



© nnndaru
Posted 4 months ago with 29 notes via kurniawangunadi


  1. missdilla reblogged this from kurniawangunadi
  2. monicawulandari reblogged this from ghuptiraina
  3. mobilsays reblogged this from yughnimr
  4. yughnimr reblogged this from ghuptiraina
  5. patriceline reblogged this from nnndaru
  6. an-relic reblogged this from fhieluv
  7. fhieluv reblogged this from kurniawangunadi and added:
    oh gituuuu toh..
  8. tazymaniandevil reblogged this from kurniawangunadi and added:
    PANTAAASSS…selama musim dingin pengennya tidur muluu… matahari cuma muncul dr jam 9 pagi sampai jam 4.30 sore, itu pun...
  9. kharisssmaaa reblogged this from kurniawangunadi
  10. okkydwi reblogged this from kurniawangunadi
  11. ghuptiraina reblogged this from kurniawangunadi and added:
    NAH! Aku kayanya begini, kerjaannya cuman kamar-sekolah tiap hari -___-
  12. tomkur26 reblogged this from kurniawangunadi
  13. cafesenja reblogged this from nnndaru and added:
    oalah, pantesan =) yaudah, ntar kalo suami saya beneran anak arsitek, tak rancang gitu deh lol
  14. latuphi reblogged this from nnndaru
  15. kurniawangunadi reblogged this from nnndaru
  16. wurway said: mungkin ini salah satu faktor penyebab saya susah bangun pagi ya, hmmm
  17. nnndaru posted this